Sabtu, 16 April 2016

Cegah diabetes dengan rutin konsumsi blueberry


Cegah diabetes dengan rutin konsumsi blueberry

Cegah diabetes dengan rutin konsumsi blueberry - Blueberry merupakan salah satu buah komposisi jus Amazon Plus. Blueberry telah dipercaya dapat meningkatkan memori dalam jangka pendek. Namun, tak hanya itu blueberry juga diyakini sebagai buah penuh manfaat.

Sebuah penelitian yang dimuat oleh British Medical Journal mengaitkan kebiasaan memakan lebih banyak buah, terutama blueberry, apel dan anggur, terhadap menurunnya risiko terjangkit penyakit diabetes tipe 2.

Blueberry mengurangi risiko sebesar 26% untuk setiap porsi buah utuh - tetapi jus buah tampaknya tidak memiliki efek yang sama.

Penelitian ini melihat pola makan lebih dari 187.000 orang di Amerika Serikat.

Tapi para peneliti mengatakan hasil penelitian ini harus diperlakukan dengan hati-hati.

Peneliti dari Inggris, Amerika Serikat dan Singapura menggunakan data dari tiga studi besar yang dilakukan oleh perawat dan profesional kesehatan di Amerika Serikat untuk meneliti hubungan antara konsumsi buah dan risiko tertular diabetes tipe 2.

Penelitian menggunakan kuesioner mengenai frekuensi makanan yang terus ditindaklanjuti setiap empat tahun, menanyakan seberapa sering, rata-rata, porsi standar konsumen dalam mengkonsumsi buah.

Buah yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggur atau kismis, buah persik, plum atau aprikot, pisang, melon, apel atau pir, jeruk, stroberi dan blueberry.

Para peneliti kemudian menganalisis data yang menunjukkan bahwa memakan tiga porsi buah blueberry, anggur, kismis, apel dan pir dapat menurunkan risiko terjangkit diabetes tipe 2 secara signifikan.

Namun hasil ini tidak diperoleh dengan cara meminum jus buah-buahan ini. Para ahli bahkan menyarankan untuk mengganti jus buah dengan buah-buahan segar.

Sebagai contoh, mengganti jus buah dengan blueberry bisa mengurangi risiko hingga 33%, dengan anggur dan kismis risiko berkurang hingga 19% dan dengan apel dan pir berkurang hingga 13%.

Sumber: BBC Indonesia
Load disqus comments

0 komentar